Saya menulis artikel ini terinspirasi dari website favorit saya, smartpassiveincome.com. Dari blognya saja, meski dia tidak secara khusus menjual apapun, bisa diperoleh sekitar $7000 per bulannya. Itu berarti sekitar 63 juta rupiah! Wow! 63 juta rupiah hanya dari cuap-cuap di blog. Sebenarnya kalau dia mau, dia bisa saja memasang iklan di blognya. Memasang google adsense, dan iklan-iklan baris lainnya. Namun dia menolak. Karena dia memilih untuk berintegritas di blognya ini dengan cara menulis konten yang berguna dan menarik bagi pembacanya. Saat pembacanya sudah mengenal integritas si penulis, maka pembacanya akan memberikan kepercayaan kepadanya, dan dengan senang hati membeli apa yang direkomendasikan.
Berikut ini prinsipnya untuk affiliate marketing secara efektif di blog pribadi :
1. Affiliate Marketing dimulai dari Kesan Pertama
Kesan pertama pengunjung saat melihat suatu website sangatlah penting. Pengunjung akan melihat apakah si penulis website ini dapat dipercaya atau tidak, dan pantas tidak apabila pengunjung membeli sesuatu yang ditawarkan oleh si penulis blog, baik saat ini ataupun membeli produk di masa depan.
Apabila seorang pengunjung mengunjungi suatu website dan melihat banyak sekali iklan-iklan, hal itu seakan-akan si penulis mengatakan seperti ini pada si pengunjung : “Hai pengunjung, selamat datang di situs saya, maukah kamu mengklik iklan dan membeli sesuatu dari situ, jadinya saya bisa dapet duit dari kamu…” . Gak enak banget kan rasanya?
Yang perlu diingat adalah, kenali dulu orangnya, percayai mereka, dan berteman baiklah seperti di dunia nyata.
2. Hanya Mempromosikan Produk yang Sudah Anda Coba
Dengan mempromosikan produk yang sudah pernah dicoba sendiri, maka Anda dengan mudah akan mendapatkan kepercayaan dari pengunjung. Coba Anda bayangkan bila Anda ditawari laptop Macbook, tapi si penjual menggunakan komputer Windows…
3. Selalu Menjelaskan Produk yang Anda Promosikan
Dengan menjelaskan produk yang sudah Anda coba sendiri, akan membuat penasaran si pengunjung website. Dan kemungkinan besar dia akan ikut mencoba produk si penulis.
4. Mulai dari Konten yang Berkualitas, Link Affiliate Belakangan
Maksudnya, saat Anda akan menulis sebuah artikel, pastikan bahwa Anda memang benar-benar ingin berbagi sesuatu tentang artikel Anda, baru kemudian menyelipkan link produk affiliate dari apa yang Anda ceritakan di artikel tersebut. Jangan sampai terbalik. Anda menulis artikel hanya karena ingin menjual produk affiliate tertentu saja.
5. Bagikan Pengalaman Anda saat Menggunakan Produk
Bagikan pengalaman anda ketika menggunakan produk. Grafik dan gambar-gambar akan lebih menarik bagi pembaca website Anda. Lebih bagus lagi bila Anda bisa memberikan perbandingan saat sebelum dan sesudah Anda menggunakan suatu produk.
6. Hanya Promosikan Maksimal Dua Produk Pada Jenis yang Sama
Beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya tidak mempromosikan produk sejenis lebih dari dua :
1) Semakin banyak produk yang Anda promosikan, produk tersebut akan semakin tidak meyakinkan. Anda akan terlihat ragu-ragu dalam mempromosikan produk mana yang bagus.
2) Semakin banyak produk yang Anda promosikan, akan semakin membuat pembaca Anda bingung produk yang mana yang sebaiknya dipilih.
3) Jika Anda tetap konsisten untuk mempromosikan satu produk tertentu setiap saat, pembaca Anda akan menyadari pasti ada sesuatu yang menarik dari produk yang Anda promosikan itu, dan dengan senang hati akan membelinya.
7. Hanya Promosikan Produk yang Paling Banyak Menghasilkan
Hal ini dapat diketahui apabila Anda mencoba banyak produk. Anda akan mengetahui produk mana yang benar-benar berkualitas, sehingga layak untuk dipromosikan kepada pembaca.
8. Manfaatkan Resource Page atau Tools Page
Resource page atau tools page di blog pribadi menunjukkan tool-tool atau alat-alat yang digunakan yang berhubungan dengan target pasar Anda. Alat-alat yang membantu Anda untuk membangun website, mempromosikan produk, buku2 yang Anda baca, dll. Sehingga akan membantu orang lain yang membutuhkan hal yang sama.
Semoga Bermanfaat,
sumber gambar : wapannuri.com



